Di saat remaja seusianya mungkin masih sibuk dengan rutinitas sekolah dan bermain, Rarana Bulu Sapang sudah melangkah lebih jauh. Gadis yang akrab disapa Rara ini resmi menjadi bagian dari Machaema Foundation sebagai volunteer termuda Papua MUN Sorong 2025. Bayangkan saja, di usianya yang baru menginjak remaja, Rara sudah berani mengambil tanggung jawab besar untuk terlibat di balik layar Papua MUN Sorong 2025.
Awal ketertarikan Rara bermula ketika ia mengikuti kegiatan Papua Model United Nations Sorong 2024 sebagai peserta. Dari pengalaman tersebut, ia merasa tertarik untuk terlibat lebih jauh dalam kegiatan yang berkaitan dengan diplomasi dan pengembangan diri.
Di tahun 2025, ketika Machaema Foundation resmi mengumumkan akan kembali menggelar Papua MUN di Kabupaten Sorong, Rara memutuskan untuk mencoba peran baru yang belum pernah ia jalankan sebelumnya yakni menjadi seorang volunteer. Ia akhirnya bergabung di Divisi Acara Papua MUN Sorong 2025. Dalam divisi tersebut, ia membantu mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan serta memastikan acara dapat berjalan dengan baik.
Di awal perjalanannya, Rara mengaku sempat menghadapi tantangan yang cukup besar. Menjadi satu-satunya pelajar SMA di tengah anggota tim yang dominan merupakan mahasiswa, sempat membuatnya merasa canggung dan kesulitan dalam berkomunikasi. Perbedaan usia dan pengalaman sempat menjadi penghalang di awal, namun Rara tidak menyerah. Ia justru menjadikan momen ini sebagai proses belajar untuk beradaptasi, membangun kerja sama, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam lingkungan yang lebih dewasa
Pada dasarnya, kemampuan bekerja dalam tim bukanlah hal baru bagi Rara, karena ia sering menjumpainya di sekolah melalui tugas kelompok. Namun, melalui pengalamannya sebagai volunteer di Machaema Foundation, Rara mendapatkan pembelajaran yang jauh lebih nyata. Ia menyadari bahwa kerja sama tim di organisasi skala besar jauh lebih kompleks daripada sekadar tugas kelas.
Rara belajar bahwa untuk mencapai tujuan yang sama, ia harus berkoordinasi lintas divisi dan saling mendukung satu sama lain. Di samping itu, ia juga memahami betapa krusialnya membangun komunikasi yang efektif dalam tim besar serta bagaimana menghadapi tantangan lapangan yang tidak terduga. Menurut Rara, pengalaman ini memberinya perspektif baru yang tidak ia temukan di dalam ruang kelas.
“Di Machaema saya belajar banyak hal yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Pengalaman ini sangat berharga bagi saya,” ujar Rara. Melalui pengalamannya sebagai volunteer, Rara juga ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda agar lebih percaya diri dan tidak ragu mencoba hal-hal baru.
Kisah Rara menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk belajar dan berkontribusi. Dengan semangat dan keberanian, seorang pelajar pun dapat mengambil peran dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Search here