Setelah acara resmi Papua MUN Sorong 2025 dibuka oleh Bupati Sorong pada opening ceremony, suasana di Aimas Hotel & Convention Centre berubah menjadi lebih hangat dan penuh rasa penasaran. Para delegates mengambil tempat duduk mereka, menanti sesi pertama yang khusus dihadirkan untuk membuka wawasan, “Youth Talk”.
Hari itu, panggung Papua MUN diisi oleh sosok muda yang sudah malang melintang di dunia diplomasi, MS Mujab, Chair of Indonesian Youth Diplomacy (IYD). Begitu ia mulai berbicara, seluruh ruangan langsung terfokus. Gaya bicaranya santai, namun setiap kalimat mengandung energi dan pengalaman nyata yang relevan untuk generasi muda Papua.
Dalam sesinya bertajuk “Youth in Diplomacy”, Mujab bercerita tentang bagaimana IYD secara rutin mengirimkan anak-anak muda Indonesia ke berbagai forum internasional.
Yang membuat peserta semakin terpukau adalah ketika ia bercerita tentang pengalamannya menjadi delegasi Indonesia pada G20 Youth Summit 2024 di Brazil. Ia menggambarkan bagaimana anak muda dari berbagai negara berdiskusi tentang isu-isu global, menyampaikan solusi, dan bahkan bernegosiasi layaknya diplomat senior.
Cerita itu membuat banyak delegates Papua MUN terinspirasi. Mereka menyadari bahwa diplomasi bukan hal yang jauh, bukan milik orang-orang tertentu, tetapi ruang yang juga terbuka untuk anak muda Papua, jika mereka berani mencoba.
Di tengah cerita dan pengalaman internasionalnya, Mujab memberikan satu pesan yang berulang kali ia tekankan,
“Pemuda punya peran besar dalam pembangunan daerah dan negara. Tapi untuk bisa mengambil peran itu, kalian harus meningkatkan kualitas diri dan berani tampil.”
Ia menekankan bahwa suara pemuda bisa menjadi jembatan perubahan, baik untuk Indonesia maupun untuk tanah kelahirannya. Tidak peduli dari mana seseorang berasal, Jakarta, Yogyakarta, Jayapura, Sorong, yang penting adalah kapasitas, keberanian, dan kemauan untuk belajar.
Sesi Youth Talk ini menjadi salah satu momen paling berkesan di hari pertama Papua MUN Sorong 2025. Para delegates terlihat sangat antusias. Ada yang sibuk mencatat, ada yang mengangguk-angguk, dan ada pula yang langsung berdiskusi dengan teman di sebelahnya setelah sesi selesai.
Bagi banyak peserta, sesi ini seakan membuka jendela baru tentang dunia yang sebelumnya terasa jauh, yaitu diplomasi, representasi, dan peran global pemuda. Saat sesi usai, mereka memiliki satu keyakinan bahwa anak muda Papua bisa berdiri di panggung internasional dan membawa cerita daerahnya ke dunia.
Youth Talk hari pertama Papua MUN Sorong 2025 ini bukan sekadar sesi berbagi, tapi ini adalah titik awal bagi banyak pemuda untuk berani bermimpi lebih besar, membangun kapasitas, dan mengambil peran dalam memajukan Papua dan Indonesia.
Search here