Closing Ceremony Papua MUN Sorong 2025

Hari ketiga Papua MUN Sorong 2025 mencapai puncaknya saat seluruh delegates, panitia, tamu undangan, dan perwakilan pemerintah berkumpul untuk mengikuti Closing Ceremony. Ruangan penuh dengan suasana haru, bangga, dan energik, sebuah campuran emosi yang hanya hadir ketika sebuah perjalanan besar mendekati akhir.

Acara penutupan ini secara resmi ditutup oleh Bupati Sorong, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sorong, Hendrik Momot, S.T., M.Sc.
Kehadirannya memberikan pesan kuat bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan nyata untuk pertumbuhan dan masa depan anak muda Papua.

Dalam sambutannya, Rinto Andika, Project Manager Papua MUN Sorong 2025, yang mewakili Direktur Machaema Foundation menyampaikan refleksi hangat tentang perjalanan tiga hari ini. Ia menegaskan bahwa Papua MUN bukan sekadar kegiatan simulasi sidang, tetapi, 

“Ruang untuk tumbuh, belajar bersama, dan mempersiapkan pemimpin masa depan.”

Ia mengajak para delegates untuk terus memperkuat kapasitas diri, baik dalam berpikir kritis, kepemimpinan, maupun komunikasi. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya bergerak bersama.

“Kita harus membangun Papua dengan kolaborasi. Tidak bisa sendiri. Dan kalianlah yang akan memimpin masa depan itu.”

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan terima kasih mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Sorong atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan Papua MUN Sorong 2025. Menurutnya, dukungan pemerintah adalah tanda bahwa pemuda memiliki tempat penting dan mendapat perhatian dalam pembangunan daerah.

Ia menutup sambutannya dengan harapan:
agar Papua MUN Sorong dapat menjadi agenda tahunan, wadah berkelanjutan untuk membentuk generasi muda tangguh Papua Barat Daya.

Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga, mewakili Bupati, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh dedikasi. Ia berharap Papua MUN menjadi forum strategis bagi anak-anak muda Kabupaten Sorong untuk mengasah diri sebagai calon pemimpin yang cerdas, berkarakter, dan peduli daerahnya.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah siap mendukung kegiatan positif seperti ini agar terus berlanjut di masa depan.

Salah satu momen yang paling berkesan dalam Closing Ceremony adalah pemutaran video rekap selama tiga hari kegiatan. Tawa, kehangatan, kesibukan sidang, hingga momen-momen ketika delegates saling mendukung semuanya tersaji dalam satu rangkaian visual yang membuat suasana ruangan penuh dengan emosi, bangga, senang, terharu, dan tidak ingin kegiatan ini berakhir.

Para peserta saling melihat satu sama lain sambil tersenyum, menyadari bahwa dalam waktu singkat, mereka telah membangun koneksi dan cerita yang tidak akan dilupakan.

Acara dilanjutkan dengan sesi yang paling ditunggu-tunggu yaitu pengumuman pemenang dari setiap council, meliputi:

  1. Best Delegate
  2. Most Outstanding Delegate
  3. Honorable Mention
  4. Verbal Commendation
  5. Best Position Paper

Setiap nama yang disebut disambut tepuk tangan meriah. Namun lebih dari siapa yang menang, momen ini menjadi pengingat bahwa semua peserta telah menunjukkan usaha luar biasa dalam tiga hari penuh pembelajaran dan perjuangan.

Sebagai tradisi dan simbol kebanggaan, kegiatan Papua MUN Sorong 2025 ditutup dengan pemukulan tifa sebanyak empat kali, menandakan bahwa Papua MUN telah resmi diselenggarakan sebanyak empat edisi. Bunyi tifa menggema di ruangan menjadi penutup yang sakral dan penuh makna.

Para delegates pulang membawa pengalaman berharga, jejaring baru, dan keyakinan bahwa mereka mampu menjadi bagian dari perubahan besar untuk Sorong, Papua Barat Daya, dan Indonesia.

 

Kontak Kami Whatsapp