29 Oktober 2023
Machaema Foundation sukses menggelar Papua Model United Nations (Papua MUN) Sorong 2025, yang berlangsung selama tiga hari pada 4-6 Desember 2025 di Aimas Hotel & Convention Centre.
Sebagai program pengembangan kapasitas pemuda terbesar di Papua Barat Daya, Papua MUN Sorong 2025 menjadi ruang bagi anak muda untuk mengasah leadership, kemampuan diplomasi, komunikasi publik, riset, hingga berpikir kritis melalui simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta tatap muka dan 100 peserta daring dari berbagai daerah di Indonesia, menciptakan ruang lintas daerah, lintas perspektif, dan lintas kolaborasi.
Bupati Kabupaten Sorong, Jhony Kamuru, hadir memberikan semangat bagi generasi muda Papua untuk aktif berada di ruang diskusi dan dialog.
“Saya berharap anak-anak muda kita ikut terlibat, berinteraksi, mengembangkan wawasannya, belajar berdebat, melihat permasalahan, dan mencari solusi. Itu penting agar mereka berpikir kritis.”
Beliau menegaskan bahwa anak muda perlu memahami isu-isu global, namun tetap menjawab tantangan lokal yang ada di Tanah Papua.
“Mereka boleh punya pengetahuan secara global, tapi bertindak lokal sesuai kondisi yang ada.”
Saat berbicara tentang isu lingkungan, Jhony Kamuru menekankan bahwa topik ini sangat relevan bagi generasi masa kini.
“Masalah lingkungan harus jadi perhatian. Alam kita ini kaya, dan kalau dijaga baik, alam jaga kita.”
Ia juga menyampaikan pesan mendalam tentang kualitas pemimpin yang dibutuhkan Papua.
“Tanah Papua tidak butuh orang yang pintar atau kuliah tinggi saja. Tanah Papua butuh pemimpin yang punya hati kuat, hati melayani, hati pikir masyarakat.”
Direktur Machaema Foundation, Mardiantika, menjelaskan bahwa Papua MUN bukan hanya sebuah simulasi sidang, melainkan training ground bagi anak muda Papua untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan.
“Papua MUN itu bukan cuma simulasi sidang PBB, tapi tempat anak muda Papua belajar kepemimpinan, public speaking, berpikir kritis, dan bersama mencari solusi bagi pembangunan daerah hingga global.”
Papua MUN Sorong 2025 mengangkat tema:
“From Margins to Mainstream: Enhancing Human Capital for Economic Integration in Remote Regions.”
Tema ini lahir dari refleksi atas kebutuhan penguatan kualitas SDM di wilayah terpencil dan perbatasan, termasuk Papua Barat Daya.
“Harapan kami agar melalui Papua MUN, pemuda khususnya di Kabupaten Sorong dapat menjadi SDM yang punya wawasan, kemampuan, daya saing tinggi, dan siap memimpin Papua di masa depan.”
Selain memperkuat kapasitas, Mardiantika juga mendorong peserta untuk memperluas jejaring.
“Pesan saya untuk seluruh delegates: bangun relasi baru. Temukan teman-teman yang punya visi dan semangat yang sama. Mereka inilah support system kalian untuk berkembang.”
Ia menutup dengan pesan motivatif yang relevan bagi generasi muda:
“Don’t fear something you don’t know. Your biggest fear should be looking back at what you didn’t do.”
Melalui Papua MUN dan berbagai program lainnya, Machaema Foundation terus memperkuat kualitas sumber daya manusia Papua Barat Daya, agar pemuda mampu bersaing dan mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah, nasional, bahkan global.
Papua MUN Sorong 2025 bukan sekadar acara. Ini adalah gerakan anak muda Papua untuk bangkit, memimpin, dan menciptakan masa depan Tanah Papua yang lebih baik.
Search here